IMG-Netral-News-User-13187-W4QH1PL9S8

Internet Rakyat 5G: Wi-Fi 100 Mbps Hanya Rp100 Ribu per Bulan, Begini Cara Daftarnya

Masyarakat Indonesia akhirnya akan segera menikmati layanan internet Wi-Fi berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga sangat terjangkau, yaitu Rp100 ribu per bulan. Layanan bernama Internet Rakyat ini disiapkan oleh SURGE, salah satu pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz beberapa waktu lalu.

Untuk menghadirkan layanan ini secara nasional, SURGE bekerja sama dengan OREX SAI, perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation, dua raksasa teknologi global.

Kolaborasi Besar untuk Menghadirkan Internet Terjangkau

Direktur Utama SURGE, Yune Marketatmo, menjelaskan bahwa Internet Rakyat dibuat untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi secara merata di seluruh Indonesia.

“Tujuan kami adalah menyediakan akses Internet yang terjangkau dan berkecepatan tinggi yang memungkinkan konektivitas merata di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi dengan OREX SAI, kami sedang membangun ekosistem 5G FWA dengan teknologi inovatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan komitmen perusahaan untuk menjembatani kesenjangan digital dan meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

SURGE memenangkan frekuensi 1,4 GHz untuk Wilayah I melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama.

Layanan Internet 100 Mbps Murah Tanpa Kuota

Indonesia masih memiliki tingkat penetrasi fixed broadband yang termasuk terendah di ASEAN karena biaya instalasi dan langganan yang relatif tinggi. Melalui Internet Rakyat, SURGE menghadirkan solusi berupa:

  • Kecepatan hingga 100 Mbps

  • Harga tetap Rp100.000 per bulan

  • Tanpa batasan data (unlimited)

  • Pemasangan gratis

  • Gratis sewa modem

Layanan ini ditargetkan untuk pengguna rumah tangga, terutama yang selama ini belum terjangkau atau kurang terlayani oleh fixed broadband.

Ekosistem Infrastruktur 5G FWA Pertama di Dunia

Sebagai tahap awal implementasi pada tahun 2026, SURGE akan menugaskan hingga 4.800 stasiun basis (base station) kepada OREX SAI. Infrastruktur ini mencakup perangkat jaringan dan layanan teknis untuk membangun sistem FWA.

OREX SAI akan menyediakan sistem FWA Open RAN 1,4 GHz komersial pertama di dunia, didukung oleh integrasi teknologi:

  • Open RAN

  • 5G Core (5GC) NEC Corporation

Arsitektur ini memastikan jaringan yang skalabel, efisien, dan siap mendukung perluasan layanan secara nasional.

Secara paralel, PT Telemedia Komunikasi Pratama telah menggandeng 26 distributor lokal sebagai bagian dari strategi Go-To-Market, khususnya untuk wilayah Region I.

Cara Daftar Internet Rakyat 100 Mbps Rp100 Ribu

Saat ini Internet Rakyat sudah membuka pra-registrasi untuk masyarakat Indonesia. Pemasangan baru tidak dikenakan biaya, dan modem disediakan secara gratis.

Berikut cara mendaftar:

  1. Kunjungi situs resmi: Internetrakyat.id
  2. Isi data diri sesuai formulir
  3. Pilih lokasi rumah Anda
  4. Klik Registrasi

Calon pelanggan cukup menunggu konfirmasi saat area tempat tinggal mereka sudah siap di-cover jaringan.

6812325c16591

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.709 per Dolar AS: Sentimen The Fed Dongkrak Optimisme Pasar

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pergerakan positif pada Senin (24/11) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp16.709 per dolar AS, menguat 7 poin (0,04%) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di saat mayoritas mata uang Asia justru berada di zona merah.

Kinerja Rupiah Lebih Stabil Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya

Berbeda dengan rupiah, banyak mata uang di kawasan Asia mengalami koreksi:

  • Yen Jepang melemah 0,19%

  • Baht Thailand turun 0,11%

  • Yuan China melemah 0,16%

  • Peso Filipina turun 0,16%

  • Won Korea Selatan terkoreksi 0,32%

  • Dolar Singapura melemah 0,08%

  • Dolar Hong Kong turun 0,01%

Performa ini menunjukkan bahwa rupiah bergerak relatif lebih kuat dibandingkan sebagian besar mata uang Asia lainnya.

Sentimen Global: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme akan dilaksanakan pada bulan Desember.
Pernyataan dovish dari pejabat The Fed, William, membuat pasar kembali yakin bahwa kebijakan moneter AS akan mulai longgar dalam waktu dekat.

“Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun ketegangan China–Jepang dapat membatasi ruang apresiasi,” jelas Lukman.

Pergerakan Mata Uang Negara Maju Masih Bervariasi

Pasar global masih bergerak campuran.

  • Euro naik tipis 0,02%

  • Poundsterling Inggris melemah 0,02%

  • Franc Swiss turun 0,04%

  • Dolar Australia turun 0,14%

  • Dolar Kanada melemah 0,07%

Variasi ini menunjukkan pasar global sedang menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik di Asia Timur.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran:

Rp16.660 – Rp16.750 per dolar AS

Level ini akan sangat dipengaruhi oleh:

  • Sentimen The Fed dan komentar pejabatnya

  • Perkembangan ketegangan China–Jepang

  • Arus masuk/keluar modal asing

  • Stabilitas ekonomi domestik

Kesimpulan: Momentum Positif, tetapi Tetap Waspada

Penguatan rupiah di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia menjadi indikasi bahwa pasar mulai kembali percaya diri. Namun dinamika geopolitik dan kebijakan The Fed tetap menjadi faktor risiko utama yang perlu diantisipasi dalam beberapa hari ke depan.

SATUinco akan terus memantau perkembangan pasar global, pergerakan nilai tukar, dan kebijakan moneter internasional untuk memberikan insight strategis bagi pembaca, mitra, dan pemangku kepentingan.

1-7-4-flu-virus-3-1

AWAS! Influenza A Mengganas di Asia Tenggara: Apa yang Perlu Anda Tahu Agar Tetap Aman?

Kabar penting dari dunia kesehatan kembali menyita perhatian. Kementerian Kesehatan baru saja mengeluarkan peringatan serius mengenai lonjakan kasus Influenza Tipe A yang kini “menyerbu” kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Rumah sakit mulai dipenuhi pasien dengan gejala serupa, menandakan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap enteng.

Pola peralihan musim dari kemarau ke hujan dituding sebagai pemicu utamanya, dengan subtipe virus H3N2 yang mendominasi. Apakah ini akan menjadi pandemi baru? Atau sekadar siklus tahunan yang lebih berat? Inilah fakta-fakta krusial yang wajib Anda ketahui untuk melindungi diri dan keluarga.

Bukan Pandemi, Tapi Waspada Komplikasi

Kabar baiknya, Epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa lonjakan ini bukanlah tanda awal pandemi baru. Ini adalah siklus musiman yang rutin terjadi, terutama menjelang musim penghujan di negara tropis. Namun, jangan lengah. Subtipe yang mendominasi saat ini adalah H3N2, varian yang dikenal menyebabkan gejala lebih berat dibanding flu biasa.

Gejala yang ditimbulkan H3N2 bisa sangat menguras tenaga: demam tinggi, batuk kering, nyeri otot hebat, hingga rasa lemas yang luar biasa. Bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, varian ini memiliki risiko lebih tinggi memicu komplikasi serius seperti pneumonia. Jadi, meskipun bukan pandemi, dampaknya terhadap kesehatan individu bisa sangat signifikan.

Kenapa Sakitnya Terasa Lebih Lama?

Banyak masyarakat mengeluh, “Kok flunya sembuhnya lama banget?” Ternyata, ada penjelasan medis untuk fenomena ini. Epidemiolog menjelaskan bahwa saat ini tidak hanya Influenza A yang beredar. Kita sedang menghadapi “sup virus” di mana COVID-19 (varian Omicron), RSV (Respiratory Syncytial Virus), dan bakteri lainnya juga ikut bersirkulasi di waktu yang sama.

Artinya, seseorang bisa saja terinfeksi lebih dari satu patogen secara bersamaan atau berurutan, membuat durasi sakit menjadi lebih panjang. Ditambah lagi dengan faktor polusi udara yang memperburuk kondisi saluran pernapasan dan sistem imun yang mungkin sedang menurun, membuat pemulihan terasa jauh lebih lambat dari biasanya.

Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Dokter?

Jangan anggap remeh jika flu tak kunjung reda. Ada beberapa “bendera merah” yang harus Anda waspadai, terutama bagi lansia, anak di bawah 2 tahun, dan pemilik komorbid. Segera cari pertolongan medis jika mengalami demam di atas 38 derajat Celcius selama lebih dari 3 hari, napas cepat atau sesak, nyeri dada, atau jika anak terlihat sangat lemah dan menolak makan minum.

Kunci pertahanan terbaik saat ini adalah kembali ke dasar: protokol kesehatan. Masker bukan hanya untuk COVID-19, tapi juga sangat efektif menangkis penularan flu. Selain itu, vaksinasi influenza sangat disarankan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Vaksin yang tersedia saat ini sudah terupdate dan efektif mencegah keparahan penyakit hingga kematian.

gaya-purbaya-yudhi-sadewa-yang-resmi-jabat-menteri-keuangan-1757406979767_169

Menkeu Purbaya Nyalakan Tanda Bahaya: 200 Pengemplang Pajak Diburu

Era “main-main” telah resmi berakhir. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka menyatakan perang terhadap praktik korupsi dan ketidakpatuhan yang telah lama menggerogoti penerimaan negara. Dalam sebuah konferensi pers yang mengguncang, Purbaya menegaskan bahwa ini adalah ultimatum, meluncurkan serangan serentak di dua front krusial: para pengemplang pajak kakap di luar sana, dan para oknum “pemain” di dalam tubuh Bea Cukai. Ini bukan lagi sekadar himbauan; ini adalah peringatan terakhir.

Perburuan 50 Triliun: “Jangan Main-Main Sama Kita!”

Di front pertama, perburuan besar-besaran tengah dilancarkan terhadap 200 penunggak pajak kelas berat. Targetnya tidak main-main: Rp 50 triliun. Purbaya mengungkap bahwa Rp 8 triliun telah berhasil diamankan, namun perburuan ini masih jauh dari selesai. Sebagian masih dikejar, sebagian lagi dalam proses mencicil. Pesan untuk mereka singkat dan tajam, “Kemungkinan besar tertagih. Mereka jangan main-main sama kita.”

Operasi Bersih-Bersih Bea Cukai

Di front kedua, Purbaya tak ragu untuk melakukan “operasi bersih-bersih” di dalam rumahnya sendiri, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia secara cerdas mengubah masalah akut impor pakaian bekas ilegal (“balpres”) menjadi solusi produktif. Alih-alih dimusnahkan dengan biaya mahal, jutaan lembar pakaian sitaan itu akan dicacah ulang dan dijual sebagai bahan baku murah bagi pelaku UMKM. Tak hanya itu, ia juga membongkar akal-akalan under-invoicing di Surabaya, di mana barang senilai hampir Rp 500.000 dilaporkan hanya seharga $5. “Dia pikir saya bodoh ya, agak pintar dikitlah,” sindirnya.

Ultimatum Mengerikan untuk Oknum Internal

Namun, peringatan paling menohok ia tujukan langsung kepada para oknum internal Bea Cukai. Ia secara gamblang mengakui sudah tahu “tokoh-tokohnya siapa” yang terlibat dalam permainan ini. Peringatannya pun tak main-main: “Saya harapin mereka tiarap dulu sampai 10 tahun ke depan.” Purbaya menegaskan, nama-nama itu sudah di kantongnya dan hanya tinggal menunggu waktu untuk ditindak.

Kabar Baik di Tengah Gempuran

Anehnya, di tengah gempuran ultimatum ini, Purbaya justru membawa satu kabar yang melegakan publik. Rencana pengenaan cukai pada popok sekali pakai dan tisu basah secara resmi ditunda. “Sebelum ekonominya stabil, saya enggak akan nambah pajak tambahan dulu,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kebijakan baru akan dipikirkan hanya jika ekonomi sudah tumbuh stabil di atas 6%. Ini adalah sinyal jelas dari sebuah era baru di Kementerian Keuangan: brutal dalam penindakan kebocoran, namun bijak dalam menetapkan kebijakan. Peringatan telah diberikan.