Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa pabrik produsen alas kaki yang sebelumnya dikabarkan terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) kini telah dinyatakan aman. Kepastian tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufik Bawazier, yang menegaskan bahwa Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah mengeluarkan surat clearance resmi bagi PT Nikomas Gemilang. Dengan adanya surat tersebut, Taufik memastikan tidak ada hambatan dalam proses produksi maupun ekspor perusahaan tersebut. Ia berharap kegiatan ekspor dapat kembali berjalan lancar setelah seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman.
Isu mengenai potensi kontaminasi Cs-137 sempat mencuat setelah otoritas melakukan pemeriksaan di sejumlah fasilitas industri, khususnya di wilayah Cikande. Kemenperin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemetaan dan pemeriksaan yang dilakukan Bapeten, tidak ditemukan indikasi paparan radioaktif di area operasional PT Nikomas Gemilang. Penjelasan ini juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, yang mengungkapkan bahwa pemetaan kawasan industri menunjukkan lokasi yang terindikasi berada di area lain.
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 memberikan penjelasan terpisah mengenai temuan kontaminasi pada produk alas kaki yang diekspor ke Amerika Serikat. Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas, Bara Krishna Hasibuan, membenarkan adanya temuan Cs-137 pada produk ekspor dari perusahaan berinisial NM. Temuan tersebut diperoleh setelah penelusuran terhadap dua kontainer yang terkonfirmasi terpapar Cs-137. Produk yang bersangkutan berasal dari wilayah Cikande, tetapi berada di luar kawasan industri, dalam radius sekitar lima kilometer dari fasilitas PT PMT yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sumber kontaminasi.
Bara menjelaskan bahwa kontainer pertama yang kembali ke Indonesia belum diproses oleh produsen dan belum melalui pemeriksaan. Kontainer kedua tiba pada 29 Oktober 2025 dan langsung menjalani pemeriksaan pada 30 Oktober. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kontaminasi di permukaan kontainer, sehingga kontainer dinyatakan aman untuk disimpan di pelabuhan. Namun demikian, pengujian lebih lanjut terhadap isi kontainer, khususnya produk alas kaki, masih dilakukan oleh BRIN untuk memastikan seluruh produk bebas dari paparan Cs-137.
Dengan perkembangan ini, pemerintah menegaskan bahwa situasi telah terkendali dan proses investigasi berjalan sesuai prosedur. Industri di kawasan tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi normal, sementara pengawasan terhadap potensi paparan radioaktif tetap diperketat untuk memastikan keselamatan dan kelancaran kegiatan ekspor nasional.

