menteri-keuangan-menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-saat-melakukan-kunjungan-di-sman-3-jakarta-senin-10112025-1762763582803_169

Menkeu Purbaya Hidupkan Lagi Wacana Redenominasi Rupiah: Rp1.000 Jadi Rp1 Mulai Disiapkan untuk 2027

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menghidupkan wacana redenominasi rupiah yang sebelumnya sempat bergulir pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029, Purbaya menyebut bahwa Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) ditargetkan untuk diselesaikan pada 2027. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah memperkuat efisiensi perekonomian nasional, menjaga kesinambungan pertumbuhan, menstabilkan nilai rupiah, serta meningkatkan kredibilitas mata uang Indonesia sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Bank Indonesia menjelaskan redenominasi sebagai proses penyederhanaan penulisan angka pada nilai barang, jasa, dan alat pembayaran dengan menghilangkan beberapa digit nol pada mata uang tanpa mengubah nilai riilnya. Dengan demikian, uang Rp100.000 akan menjadi Rp100, namun daya belinya tetap sama. Redenominasi kerap disalahartikan sebagai sanering, padahal sangat berbeda. Sanering merupakan pemotongan nilai uang yang berdampak langsung pada daya beli, biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang tidak sehat. Sebaliknya, redenominasi hanya dapat dilaksanakan dalam situasi inflasi rendah dan stabil, pertumbuhan ekonomi terjaga, harga stabil, sistem keuangan kuat, serta didukung kondisi sosial-politik yang kondusif.

Wacana redenominasi sendiri bukan hal baru. Gagasan ini telah muncul sejak 2013 dan kembali mencuat pada masa Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo yang meminta dukungan Presiden Jokowi untuk mempercepat penyelesaian regulasinya. Pada 2023, Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyampaikan bahwa BI telah menyiapkan desain dan tahapan implementasi uang rupiah baru sebagai bagian dari rencana redenominasi. Kendati demikian, realisasinya selalu tertunda. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menegaskan bahwa redenominasi membutuhkan fondasi ekonomi yang sangat kuat dan proses transisi dapat memakan waktu hingga tujuh tahun. Kini, melalui PMK 70/2025, pemerintah memberi sinyal bahwa redenominasi kembali menjadi agenda strategis dan berpotensi diwujudkan dalam periode 2025–2029, selama kondisi ekonomi memungkinkan dan dukungan kebijakan berjalan selaras.

6812325c16591

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.709 per Dolar AS: Sentimen The Fed Dongkrak Optimisme Pasar

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pergerakan positif pada Senin (24/11) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp16.709 per dolar AS, menguat 7 poin (0,04%) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di saat mayoritas mata uang Asia justru berada di zona merah.

Kinerja Rupiah Lebih Stabil Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya

Berbeda dengan rupiah, banyak mata uang di kawasan Asia mengalami koreksi:

  • Yen Jepang melemah 0,19%

  • Baht Thailand turun 0,11%

  • Yuan China melemah 0,16%

  • Peso Filipina turun 0,16%

  • Won Korea Selatan terkoreksi 0,32%

  • Dolar Singapura melemah 0,08%

  • Dolar Hong Kong turun 0,01%

Performa ini menunjukkan bahwa rupiah bergerak relatif lebih kuat dibandingkan sebagian besar mata uang Asia lainnya.

Sentimen Global: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme akan dilaksanakan pada bulan Desember.
Pernyataan dovish dari pejabat The Fed, William, membuat pasar kembali yakin bahwa kebijakan moneter AS akan mulai longgar dalam waktu dekat.

“Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun ketegangan China–Jepang dapat membatasi ruang apresiasi,” jelas Lukman.

Pergerakan Mata Uang Negara Maju Masih Bervariasi

Pasar global masih bergerak campuran.

  • Euro naik tipis 0,02%

  • Poundsterling Inggris melemah 0,02%

  • Franc Swiss turun 0,04%

  • Dolar Australia turun 0,14%

  • Dolar Kanada melemah 0,07%

Variasi ini menunjukkan pasar global sedang menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik di Asia Timur.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran:

Rp16.660 – Rp16.750 per dolar AS

Level ini akan sangat dipengaruhi oleh:

  • Sentimen The Fed dan komentar pejabatnya

  • Perkembangan ketegangan China–Jepang

  • Arus masuk/keluar modal asing

  • Stabilitas ekonomi domestik

Kesimpulan: Momentum Positif, tetapi Tetap Waspada

Penguatan rupiah di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia menjadi indikasi bahwa pasar mulai kembali percaya diri. Namun dinamika geopolitik dan kebijakan The Fed tetap menjadi faktor risiko utama yang perlu diantisipasi dalam beberapa hari ke depan.

SATUinco akan terus memantau perkembangan pasar global, pergerakan nilai tukar, dan kebijakan moneter internasional untuk memberikan insight strategis bagi pembaca, mitra, dan pemangku kepentingan.

gaya-purbaya-yudhi-sadewa-yang-resmi-jabat-menteri-keuangan-1757406979767_169

Menkeu Purbaya Nyalakan Tanda Bahaya: 200 Pengemplang Pajak Diburu

Era “main-main” telah resmi berakhir. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka menyatakan perang terhadap praktik korupsi dan ketidakpatuhan yang telah lama menggerogoti penerimaan negara. Dalam sebuah konferensi pers yang mengguncang, Purbaya menegaskan bahwa ini adalah ultimatum, meluncurkan serangan serentak di dua front krusial: para pengemplang pajak kakap di luar sana, dan para oknum “pemain” di dalam tubuh Bea Cukai. Ini bukan lagi sekadar himbauan; ini adalah peringatan terakhir.

Perburuan 50 Triliun: “Jangan Main-Main Sama Kita!”

Di front pertama, perburuan besar-besaran tengah dilancarkan terhadap 200 penunggak pajak kelas berat. Targetnya tidak main-main: Rp 50 triliun. Purbaya mengungkap bahwa Rp 8 triliun telah berhasil diamankan, namun perburuan ini masih jauh dari selesai. Sebagian masih dikejar, sebagian lagi dalam proses mencicil. Pesan untuk mereka singkat dan tajam, “Kemungkinan besar tertagih. Mereka jangan main-main sama kita.”

Operasi Bersih-Bersih Bea Cukai

Di front kedua, Purbaya tak ragu untuk melakukan “operasi bersih-bersih” di dalam rumahnya sendiri, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia secara cerdas mengubah masalah akut impor pakaian bekas ilegal (“balpres”) menjadi solusi produktif. Alih-alih dimusnahkan dengan biaya mahal, jutaan lembar pakaian sitaan itu akan dicacah ulang dan dijual sebagai bahan baku murah bagi pelaku UMKM. Tak hanya itu, ia juga membongkar akal-akalan under-invoicing di Surabaya, di mana barang senilai hampir Rp 500.000 dilaporkan hanya seharga $5. “Dia pikir saya bodoh ya, agak pintar dikitlah,” sindirnya.

Ultimatum Mengerikan untuk Oknum Internal

Namun, peringatan paling menohok ia tujukan langsung kepada para oknum internal Bea Cukai. Ia secara gamblang mengakui sudah tahu “tokoh-tokohnya siapa” yang terlibat dalam permainan ini. Peringatannya pun tak main-main: “Saya harapin mereka tiarap dulu sampai 10 tahun ke depan.” Purbaya menegaskan, nama-nama itu sudah di kantongnya dan hanya tinggal menunggu waktu untuk ditindak.

Kabar Baik di Tengah Gempuran

Anehnya, di tengah gempuran ultimatum ini, Purbaya justru membawa satu kabar yang melegakan publik. Rencana pengenaan cukai pada popok sekali pakai dan tisu basah secara resmi ditunda. “Sebelum ekonominya stabil, saya enggak akan nambah pajak tambahan dulu,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kebijakan baru akan dipikirkan hanya jika ekonomi sudah tumbuh stabil di atas 6%. Ini adalah sinyal jelas dari sebuah era baru di Kementerian Keuangan: brutal dalam penindakan kebocoran, namun bijak dalam menetapkan kebijakan. Peringatan telah diberikan.